Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

October 20, 2009

Subhanallah, Ayat-Ayat Quran Tertulis di Kulit Seorang Bayi

Kejadian aneh dan misterius terjadi di wilayah Kaukasus. Seorang anak bayi laki-laki telah membuat dokter bingung dan masyarakat takjub setelah ayat-ayat Alquran tertulis di kulit anak bayi tersebut.

Orang tua dari bayi berumur sembilan Ali Yakubov sangat kaget ketika mengetahui ada tulisan Arab "Allah" di dagu bayi itu beberapa saat setelah ia dilahirkan.

Sejak itu puluhan tulisan dalam aksara Arab telah muncul di punggung, lengan, kaki dan perut bayi laki-laki tersebut.

Pihak keluarga menyatakan bahwa tanda-tanda tersebut akan menghilang sebelum muncul kata-kata baru yang biasanya muncul dua kali seminggu.


Medis mengatakan mereka tidak bisa menjelaskan kondisi misterius yang terjadi pada anak bayi itu - namun mereka menyangkal bahwa tanda-tanda yang terdapat pada kulit bayi tersebut merupakan tulisan yang sengaja di buat.

Ibu dari bayi - Madinah, mengatakan bahwa dia dan suaminya bukanlah keluarga yang terlalu religius hingga kata-kata yang bertuliskan ayat-ayat Quran itu mulai muncul di kulit bayi mereka.

Awalnya mereka tidak memperlihatkan kepada siapa pun tulisan yang terdapat pada kulit bayi mereka kepada orang-orang, namun akhirnya mereka mengungkapkan hal tersebut ke dokter.

Anak ajaib ini telah menjadi fokus perhatian dan penghormatan umat Muslim di rumah mereka yang berada di wilayah bermasalah provinsi Dagestan, di dekat wilayah konflik perang Chechnya di selatan Rusia.

Anggota parlemen setempat Akhmedpasha Amiralaev mengatakan : "Anak laki-laki ini murni amerupakan tanda dari Allah. Allah mengirim dia ke Dagestan untuk menghentikan pemberontakan dan ketegangan di republik kita."

"Biasanya tanda-tanda tersebut muncul dua kali seminggu - pada hari Senin dan pada malam antara hari Kamis dan Jumat," kata ibu dari bayi tersebut.

"Ali selalu merasa tidak enak badan ketika perisiwa itu terjadi. Dia menangis dan suhu badannya akan naik.

"Tidak mungkin untuk menahan dia ketika hal itu terjadi, tubuhnya aktif bergerak, jadi kami memasukkan dia ke dalam buaian. Ini sangat sulit untuk melihatnya menderita seperti itu."

sumber : www.eramuslim.com
foto : eramuslim.com & swaramedia.com

September 17, 2009

Indonesia...nasib mu kini

Siapa yang tak kenal Indonesia, yang sejak berabad lalu sering di perebutkan oleh para kolonial, karena tergiur akan kekayaan alamnya. sehingga terjadi pertumpahan darah di negeri nan hijau dan tenang, lalu mengubah wajahnya menjadi negeri yang selalu bergolak sampai sekarang. Bencana demi bencana seakan tak pernah absen setia menunggu gilirannya untuk mengguncang negeri ini ? Ada apa gerangan ? apa yang salah dengan negeri tercinta kita ini ? Apa sebenarnya makna dari berbagai bencana ini ? Ujiankah ? atau azab kah ini ?

Belum lama bumi indonesia diguncang dengan gempa berkekuatan 7,3 SR di laut selatan Jawa Barat, yang telah meluluhlantakan Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya. Kabar kematian pun menyeruak,dan bangunan berserakan. Belum pupus dari ingatan kita bagaimana dahsyatnya tsunami yang menyapu Aceh, gempa Jogjakarta, lumpur Lapindo dan kemarin banjir bandang melanda Mandaling Natal, Sumatera Utara. Bencana memang selalu memakan korban,kepiluan,dan kesedihan. tapi tentunya dibalik itu semua ada hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil dan patut kita renungkan. karena pada fitrahnya kita adalah hamba Allah yang diberi keistimewaan berupa akal, agar kita selalu memikirkan semua penciptaan Allah yang tak bercacat, yang Allah ciptakan untuk keberlangsungan hidup manusia. Namun, banyak dari kita yang lalai akan hal itu, sehingga merendahkan derajatnya sebagai manusia,hingga diserupakan dengan keladai yang tak punya akal, yang berkali-kali jatuh dalam kubangan dosa yang sama walaupun telah datang peringatan-peringatan dari Tuhannya.

Kita harus selalu berprasangka baik dengan semua ketentuan Allah, Allah yang Arrohman dan Arrohim masih sayang terhadap hambanya yang mau mengadakan perbaikan. Allah masih memperingatkan kita dengan lemah lembut untuk segera bangkit dari kubangan lumpur dosa yang akan menenggelamkan kita semua kelembah hina di dunia dan bahan bakar neraka di akhirat kelak. Jika Allah telah murka terhadap suatu kaum,mudah baginya untuk membinasakan dan menggantinya dengan kaum yang beriman.Na'udzubillah...Tentunya kita tak mau menunggu murka Allah,bukan?. Sesungguhnya Azabnya amat dekat dan teramat pedih,kita tak kan mampu menahannya. Untuk itu,mari kita renungkan bersama dan adakan perbaikan dimulai dari diri sendiri tentunya, InsyaAllah kita dapat memetik hikmah dibalik ini semua dan selamat dari murka Allah.