June 11, 2010

Misteri Rasa Sakit

Allah Yang Mahakuasa berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS An-Nisa’ [4]: 56)
Mengenai penghuni neraka, Allah Yang Mahakuasa juga berfirman, “Dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (Muhammad [47]: 15)

Sebelum era penemuan ilmiah, semua orang percaya bahwa seluruh tubuh manusia bisa merasakan sakit. Sebelum peran ujung saraf di kulit itu ditemukan, manusia sudah belajar tentang keberadaan ujung saraf tertentu yang mengirimkan rasa sakit ke otak. Kulit berhubungan dengan sensitivitas karena mengandung mayoritas saraf.

Menurut klasifikasi sensitivitas kulit Dr Head, ada dua kelompok rasa:
  1. Epictritic yang merasakan sesuatu yang sangat lembut, seperti sentuhan ringan atau sedikit perubahan suhu; dan,
  2. Protopathic yang merasakan sakit dan perubahan besar suhu. Masing-masing kategori ini menggunakan sel-sel saraf tertentu selain reseptor lain untuk mensensor setiap perubahan lingkungan.
Reseptor ini dapat dikategorikan ke dalam empat macam:
  1. Exteroceptors yang berkaitan dengan fakultas akal dan sentuhan dan yang mengandung sel-sel meissners dan merkels,
  2. Krause End Bulbes yang terkait dengan dingin,
  3. Ruffini Cylinders yang terkait dengan panas dan,
  4. Nerve Endings yang dapat mengirimkan semua perasaan sakit fisik. Kulit dianggap sebagai bagian tubuh yang kaya dengan ujung saraf yang mengirim panas dan sakit.
Allah SWT menjelaskan kepada kita dalam ayat pertama bahwa kulit adalah bagian tubuh yang akan menerima hukuman, karena ada hubungan antara kulit dan sensasi rasa sakit. Ayat juga mengatakan kepada kita bahwa ketika kulit terbakar (yakni di neraka), manusia tidak dapat lagi merasakan sakitnya hukuman. Karena itu kulit yang terbakar diganti dengan kulit segar baru di mana saraf yang berfungsi dengan baik dan dapat menularkan rasa sakit.

Dengan cara ini, seorang kafir akan menderita karena penyangkalannya terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah. Ilmu pengetahuan modern telah menunjukkan kepada kita bahwa sebagian besar saraf ditemukan di kulit. Sebelum penemuan mikroskop dan kemajuan yang dicapai dalam bidang anatomi, tidak ada manusia bisa memiliki pengetahuan tentang fakta ilmiah yang telah dijelaskan Alquran empat belas abad yang lalu ini. Ini merupakan sebuah keajaiban dan tanda kekuasaan Allah.

Al-Qur'an dalam ayat yang kedua mengancam orang-orang kafir bahwa usus mereka akan dipotong-potong. Rahasia di balik ancaman ini baru saja terungkap ketika para ilmuwan menemukan bahwa usus tidak terpengaruh oleh panas. Namun, jika mereka diputus, air mendidih akan mengalir keluar ke tempat antara peritoneum dan lapisan luar usus. Tempat ini berisi banyak ujung saraf yang mengirim rasa sakit ke otak dan dengan demikian manusia akan mengalami sakit parah.

sumber : eramuslim.com

November 16, 2009

Surat Cinta tuk Kekasih

Oleh : Nurelise

Berat hati tuk jauh dari mu
sepi waktu ku tanpamu
egoku ingin kau selalu di sisiku
waktumu hanya untuk-Nya dan untuk ku

Mungkin aku terlalu menuntut banyak darimu
kau hanya insan yang tak acap kali alpa
ku hanya ingin belaian kasihmu menuntun aku
menuju cinta abadi milik-Nya

Ingin ku mengulang romansa kita, sujud bersama di akhir malam
lantunan merdu ayat suci di tengah keterbataanku
sudah teramat lama kita tinggalkan hal itu
wahai kekasih,kalbuku kerontang dan dahaga kini

Ya Maulana, siramilah kalbu kami dengan kasihsayang Mu
agar kami tak lalai dalam mengingat Mu.

November 08, 2009

Dialog Rosulullah SAW dengan Iblis (I)

Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal ra, dari Ibn Abbas ra, berkata : Kami bersama Rasulullah Saw di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba ada yang menyeru : " Wahai penghuni rumah, apakah kamu mengizinkan ku masuk karena kamu membutuhkan ku?" Rasulullah berkata :"Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu?" Para sahabat menjawab, "Allah dan RasulNya lebih mengetahui." Rasulullah berkata, "Dia adalah iblis yang dilaknat oleh Allah SWT." Umar bin Khattab ra, berkata, "Apakah enkau mengizinkanku untuk membunuhnya wahai Rasulullah ?" Nabi berkata pelan, "Apakah kamu tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang menunggu sampai waktu yang ditentukan (hari kiamat)? bukakan pintu untuknya karena dia sedang diperintah Allah. Mengertilah tentang apa yang dia ucapkan, dan dengarkanlah apa yang dia sampaikan."

Ibn Abbas berkata: maka dibukakanlah pintu, kemudian dia masuk kepada kami, ternyata dia adalah seorang tua buta dan di dagunya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, kedua matanya (masyquqatani) memanjang, kepalanya seperti kepala gajah yang besar, belalainya keluar seperti belalai babi, kedua bibirnya seperti bibir macan. Dia berkata, "Salam untukmu wahai Muhammad, salam untuk kalian semua wahai golongan muslimin." Nabi berkata, "Salam bagi Allah, wahai yang terlaknat, aku telah mengetahui keperluan mu."

Iblis berkata, " Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku. Tapi, aku datang karena terpaksa." Nabi berkata, " apa yang memaksamu wahai terlaknat?" Iblis berkata, "Aku didatangi oleh malaikat utusan Tuhan, dan berkata kepadaku, Allah menyuruhmu untuk mendatangi Muhammad SAW dalam keadaan hina dan bersahaja dan memberitahunya bagaimana tipu muslihat dan godaanmu terhadap bani Adam, dan menjawab dengan benar apa saja yang ditanyakannya kepadamu. Dikatakan oleh Allah, "Demi kemuliaan dan keagungan Ku jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu pasir yang dihempas oleh angin, dan aku puaskan musuhmu karena bencana menimpamu."

Maka aku datang kepada mu wahai Muhammad, sebagaimana aku diperintah. Tanyalah kepadaku tentang apa yang kau kehendahi. Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan, niscaya musuh akan puas denagan bencanaku. Tiada sesuatu yang lebih menyedihkan dari pada leganya para musuh."

Rasulullah berkata :"jika kamu benar, beritahukan kepadaku siapa orang yang paling kamu benci?"
Iblis menjawab :"Engkau, wahai Muhammad, mahluk Allah yang paling aku benci, dan mereka yang (bersikap) sama dengan kamu terhadapku."

Rasulullah :"siapa lagi yang kamu benci?"

Iblis :"Anak muda yang bertakwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah SWT, orang alim dan wara yang penyabar, orang yang terus menerus dalam kedaan suci."

Rasulullah :"Lalu siapa lagi?"
Iblis :"orang miskin (fakir) yang sabar, yang tidak menceritakan kefakirannya kepada orang lain, dan tidak mengadukan keluh kesahnya."
Rasulullah :"Bagaimana kamu tahu bahwa dia penyabar ?"

Iblis :"Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya kepada sesama mahluk sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golong orang-orang yang sabar."

Rasulullah :"Lalu siapa ?" Iblis :"Orang kaya yang bersyukur."
Rasulullah :"Bagaimana kamu tahu bahwa dia bersyukur ?" Iblis :"Jika aku melihatnya mengambil dari dan meletakkannya pada tempat yang halal."

Rasulullah :"Bagaimana keadaanmu jika kamu melihat umatku mengerjakan shalat ?"

Iblis :"Aku merasa panas dan gemetar,"
Rasulullah :"Kenapa wahai terlaknat ?"

Iblis :"Sesungguhnya jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat."

Rasulullah :"Jika mereka puasa ?" Iblis :"Aku terbelenggu hingga mereka berbuka puasa."

Rasulullah :"Jika mereka berhaji ?" Iblis :"Aku menjadi gila."

Rasulullah :"Jika mereka membaca Al Qur'an?" Iblis :"Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api."

Rasulullah :"dan jika mereka berzakat ?"

Iblis :"seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji dan memotongku menjadi dua."
Rasulullah :"Mengapa begitu, wahai Abu Murrah ?"

Iblis :"Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu. Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang berzakat disenangi mahluk-Nya yang lain. Ketiga, menjadi penghalang antara dirinya dengan api neraka. Keempat, mencegah bencana dan malapetaka."

Sumber : akhirzaman.info

October 29, 2009

Tuhan Sembilan Senti

Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

October 20, 2009

Subhanallah, Ayat-Ayat Quran Tertulis di Kulit Seorang Bayi

Kejadian aneh dan misterius terjadi di wilayah Kaukasus. Seorang anak bayi laki-laki telah membuat dokter bingung dan masyarakat takjub setelah ayat-ayat Alquran tertulis di kulit anak bayi tersebut.

Orang tua dari bayi berumur sembilan Ali Yakubov sangat kaget ketika mengetahui ada tulisan Arab "Allah" di dagu bayi itu beberapa saat setelah ia dilahirkan.

Sejak itu puluhan tulisan dalam aksara Arab telah muncul di punggung, lengan, kaki dan perut bayi laki-laki tersebut.

Pihak keluarga menyatakan bahwa tanda-tanda tersebut akan menghilang sebelum muncul kata-kata baru yang biasanya muncul dua kali seminggu.


Medis mengatakan mereka tidak bisa menjelaskan kondisi misterius yang terjadi pada anak bayi itu - namun mereka menyangkal bahwa tanda-tanda yang terdapat pada kulit bayi tersebut merupakan tulisan yang sengaja di buat.

Ibu dari bayi - Madinah, mengatakan bahwa dia dan suaminya bukanlah keluarga yang terlalu religius hingga kata-kata yang bertuliskan ayat-ayat Quran itu mulai muncul di kulit bayi mereka.

Awalnya mereka tidak memperlihatkan kepada siapa pun tulisan yang terdapat pada kulit bayi mereka kepada orang-orang, namun akhirnya mereka mengungkapkan hal tersebut ke dokter.

Anak ajaib ini telah menjadi fokus perhatian dan penghormatan umat Muslim di rumah mereka yang berada di wilayah bermasalah provinsi Dagestan, di dekat wilayah konflik perang Chechnya di selatan Rusia.

Anggota parlemen setempat Akhmedpasha Amiralaev mengatakan : "Anak laki-laki ini murni amerupakan tanda dari Allah. Allah mengirim dia ke Dagestan untuk menghentikan pemberontakan dan ketegangan di republik kita."

"Biasanya tanda-tanda tersebut muncul dua kali seminggu - pada hari Senin dan pada malam antara hari Kamis dan Jumat," kata ibu dari bayi tersebut.

"Ali selalu merasa tidak enak badan ketika perisiwa itu terjadi. Dia menangis dan suhu badannya akan naik.

"Tidak mungkin untuk menahan dia ketika hal itu terjadi, tubuhnya aktif bergerak, jadi kami memasukkan dia ke dalam buaian. Ini sangat sulit untuk melihatnya menderita seperti itu."

sumber : www.eramuslim.com
foto : eramuslim.com & swaramedia.com